Pengalaman
yang Memberikan Arti
Sekolah …Ya sekolah adalah tempat
dimana kita semua mencari ilmu dan hampir menghabiskan separuh waktu kita ditempat itu.Sekolah juga
masa-masa paling indah untuk mencari teman,bergaul,dan lain sebagainya.Sebagai
seorang pelajar seharusnya kita pandai dalam bergaul,dalam memilih teman.Ketika
aku duduk dikelas IX ,ya mungkin bagi kebanyakan orang ini adalah waktu yang
serius untuk memikirkan masa depan,waktu yang harus banyak dipergunakan untuk
belajar.Namun lain halnya denganku,ketika itu aku tidak merasakan cemas,ataupun takut sedikitpun untuk
mengahadapi Ujian Nasional,aku menganggap semuanya spele,bahkan aku lebih
banyak menggunakan waktuku untuk bermain dan berkumpul dengan teman-teman.Meskipun
kedua orang tuaku selalu menegeur dan mengingatkanku,saat itu aku slalu
membantahnya,entah apa yang saat itu aku fikirkan .Ketika Ujian Nasional telah
aku lewati dan menerima pengumuman hasil akhir,disitulah aku mulai kecewa
dengan diriku sendiri,kecewa dengan hasil nilaiku,dan aku menyesal benar-benar
menyesal .Saat itu keputusan orang tuaku menambah kesedihanku,aku diharuskan
melanjutkan sekolah jauh dari orang tuaku.Entah apa yang ada difikiran orang
tuaku,mengapa mereka justru menambah kesedihanku?Aku yang saat itu tidak bisa
berfikir jernih,aku menganggap mereka sangat kecewa denga hasil Ujianku.
Orang tuaku memasukan aku ke sekolah
yang benar-benar jauh dari mereka,mereka menyuruhku untuk tinggal dirumah nenek
di Magelang,dan melanjtukan pendidikan di sekolah yang berbasis agama.Tanpa aku
fikirkan,aku menyetujui keinginan mereka.Aku mulai mengemasi
baju-baju,buku-buku,dan peralatan yang sekiranya masih aku perlukan untuk
disana.Ketika diperjalanan dari rumahku di Bandung menuju kerumah Nenek di
Magelang,aku merasa semua baik-baik saja,tak ada masalah sedikitpun.Sesampainya
disana aku segera merapikan barang-barangku,dan melihat banyak suasana yang
beda dirumah nenek.Keesokan harinya,Ibu mengajaku untuk daftar sekolah di
sekolah yang sudah mereka rencanakan,dan akupun diterima untuk sekolah
disitu.Setelah itu mereka harus kembali ke Bandung untuk menyelesaikan
pekerjaan.
Ini hari pertama aku masuk
sekolah,sering dibilang sih masa orientasi peserta didik baru.Disini aku mulai
berfikir orang tuaku jahat,mereka membiarkanku sendiri.Tak ada satupun yang aku
kenal,semunya wajah baru.Dengan rasa deg-degan dan gak percaya diri akhirnya
aku telah melalu masa orientasi itu.Sesampainya dirumah,aku mulai merenung
memikirkan semua ynag terjadi,aku hanya bisa menangis dan berharap aku bisa kembali
bersama orang tuaku.Aku merasa tidak nyaman tinggal disini,di lingkungan yang
baru,dimana aku tak mengenal satupun dari mereka,kecuali keluargaku.Hari-hari
yang aku jalani sangat jenuh,jauh dari kata keramaian seperti dulu,lagi-lagi
aku hanya menangis.Aku tidak mempunyai nyali untuk menyampaikan kepada orang
tuaku,aku tidak mau membuat mereka kecewa lagi.Ditambah lagi dengan sikap Nenek
yang membuatku lebih tidak nyaman,sampai akhirnya aku lebih memilih tinggal
dirumah Bibi,ya rumahnya sih sebelahan sama rumah Nenek.Aku sedikit nyaman
disini ya walaupun senyaman-nyamannya hidup ,ya tinggal bersama orang tua kita
sendiri.Sampai akhirnya aku benar-benar merasa ketidak nyamanan disini dan
tidak bisa berfikir dengan serius aku memberanikan untuk menceritakan semua
yang aku rasakan kepada ibu melalui telefon.
Setelah itu,ibu menceritakan
tujuannya menyekolahkan aku jauh dari mereka.Salah satunya ya agar aku mandiri
dan bisa lebih menghargai waktu,untuk belajar,mengaji,dan melakukan hal-hal
positif lainnya,dibandingkan dengan bermain yang membuang-buang waktu tanpa ada
manfaatnya.Itu juga alas an mereka tidak memberikan fasilitas transportasi
pribadi kepadaku.Setelah aku mendengar semua penjelasan dari ibu,aku mulai
berfikir,aku merenungkan kejadian masa lalu yang membuat banyak orang kecewa
khususnya diriku sendiri.Aku mulai mengerti dan bisa menerima semua ini dengan
ikhlas.
Kegiatanku disekolah bisa sejenak
melupakan kesedihan yang aku rasakan.Ditambah tidak semua temanku suka
denganku,ada juga mereka yang kelihatannya tidak suka denganku.Namun aku tetap
bersyukur,masih ada yang mau berteman denganku.Saat hari penerimaan rapot
tiba,disitu entah kenapa tiba-tiba aku meneteskan air mata,bukan karena hasil
nilaiku tidak memuaskan,tetapi karena aku sedih ketika semua temanku yang
mengambil rapot adalah orang tuanya semua.Lain halnya denganku,rapotku diambil
sama Bude.Memang aku bukan anak kecil lagi,tapi entah aku benar-benar merasakan
kerinduan,dan kehangatan seorang ibu.Lagi-lagi aku harus menutupi kesedihan
ini,aku tidak ingin mereka semua bertanya-tanya padaku.Dihari itu juga aku
merasa senang karena mendapat nilai dan peringkat yang memuaskan.Sesampainya
dirumah aku segera mengabari ibu,dan terdengar dengan jelas mereka juga senang
mendengar kabar baik ini.
Seperti sekolah lainnya,setelah penerimaan rapot
pasti ada liburan panjang,dan liburanku kali ini aku memutuskan untuk ke
Bandung menemui orang tua,dan adiku sekaligus tahun baruan disana.Tak sabar
diri ini untuk cepat ingin ada di dekat ibu,diperjalanan aku merasa deg-degan
karena ini kali pertama aku melakukan perjalanan jauh dan sendiri.Didalam
kereta aku hanya diam dan sesekali memainkan game yang ada di handphone untuk
menghilangkan rasa jenuh.Perjalanan yang cukup jauh membuatku lelah dan tertidur
di dalam kereta.Ketika aku bangun,tak disangka ternyata stasiun yang akan aku
tujui tinggal beberapa menit lagi.Aku pun segera merapikan barang
bawaanku.Kebetulan kediaman orang tuaku tak jauh dari stasiun pemberhentianku
,sesampainya distasiun tujuan aku langsung disambut dengan keceriaan ibu.Disitu
aku memeluknya,menciumnya,melepas rasa rindu.Sesampainya dirumah,ternyata ibu
sudah menyiapakn makanan kesukaanku yaitu ayam kecap bakar,tak perlu basa basi
akupun langsung menyantap makanan itu dengan lahap sampai-sampai aku lupa
menawarkan mereka makan hehe,ini hari yang membahagiakan buat aku.Keesokan
harinya aku berkunjung kerumah teman,kerumah bibi yang dulu
mengasuhku,kelihatan dari mereka semua bahwasanya mereka menyayangiku
Subhanallah bahagianya aku.Rindu masa-masa dimana berkumpul,bercanda dengan
teman kini sudah terbayar,rasanya aku tidak ingin kembali ke Magelang.Dua hari
sebelum tahun baru,seperti biasanya aku dan teman-teman pasti selalu mengadakan
acara,entah itu makan-makan,renang,jalan-jalan dan kegiatan lainnya.Kali ini kita
smua sepakat untuk bakar-bakaran,kalau bahasa di Magelang katanya
kemayoran.Satu hari sebelum tahun baru aku dan teman dengan semangat
mempersiapkansegala alat dan bahan yang akan kita gunakan,seperti biasanya
setiap orang harus kebagian membawa alat maupun bahan yang akan kita masak.Saat
malam tiba,dan inilah saat-saat yang kita semua tunggu, kita semua dengan
semangat memasak semua bahan yang telah tersedia.Ada yang memasak
nasi,memanggang ikan,menggoreng krupuk dan yang lainnya.Setelah semua
matang,kita pun langsung menyantap habis semua makanan yang ada di meja makan.Tak
terasa tanggal 1 Januari tinggal beberapa menit lagi,sembari menunggu ada
Piscal biasa dipanggil Ipay yang menghibur kita semua lewat gitar dan suara emasnya.Sungguh
itu menambah suasan hati menjadi lebih tenang,damai,seperti tak ada beban.Pukul
12 pun tiba,dan Happy New Year buat semuanya.Hari ini ga akan pernah aku lupa
sampai kapanpun.Tak sadar karena keasyikan mengobrol,waktu sudah menunjukan
hampir pukul 2,saat itu juga aku segera pulang kerumah.Sesampainya dirumah aku
langsung merebahkan badanku.
Tak terasa suadah saatnya aku
kembali ke Magelang.Ya Allah rasanya berat untuk meninggalkan rumah ini,rumah
dimana aku dibesarkan,rumah dimana selama 15 tahun lebih aku mengalami suka
duka,meninggalkan orang tua dan teman-teman.Rasanya berat untuk melangkahkan
kaki ini,tapi lagi-lagi ibu menasihatiku,tanpah membantah aku pun segera
beranjak ke stasiun untuk kembali ke Magelang.Di stasiun yang sama lagi-lagi
aku harus menahan rasa rindu pada adik dan orang tuaku.Di dalam kereta aku
menangis,merasa kebahagiaanku hanya sebentar,mungkin esok aku sudah merasakan
kembali kesepian.Tetapi semuanya aku jalani dengan ikhlas,demi orang tuaku,dan
demi kebaikanku.Seperti biasanya aku pergi ke sekolah diantar oleh kakek,hari
demi hari kini aku mulai akrab,mulai nyaman dengan teman-teman baruku.Sekolah
yang sejenak menghilangkan masalahku,menghilangkan kesedihan dan kesunyianku.
Ketika memasuki awal bulan
ketiga,aku selalu menunggu dan aku yakin pasti aka nada kebahagiaan lagi.Ya
tanggal 03 Maret itu hari lahirku,dimana biasanya aku,adiku,dan orang tuaku
merayakan kecil-kecilan dirumah kita.Namun mungkin lain dengan bulan maret
tahun ini,benar saja dua hari sebelum tanggal 03 Ibu sudah meminta maaf kepadaku bahwa mereka tidak bisa pulang
ke Magelang,begitu kecewanya aku setelah mendengar kabar itu.Tetapi ya
sudahlah,mungkin ini memang sudah nasibku dank arena perbuatanku sendiri semuanya
jadi sperti ini.Rasanya aku tidak ingin bertemeu tanggal 3 dibulan maret
ini,pasti akan hanya ada air mata.Sehari sebelum tanggal 3,tiba-tiba Ibu
menelfonku lagi-lagi mereka meminta maaf,akupun memaafkannya.Tanpa disadari
ketika aku mau nonton tv disitu sudah ada Ibu,Adik dan Bapak.Subhanallah ini
benar-benar kejutan yang membahagiakan.Ternyata mereka sengaja melakukan ini
semua,fikiranku tentang air mata kini berganti dengan senyuman.Keesokan harinya
tepat tanggal 3 aku mengundang teman-teman dan keluarga untuk mengahdiri
syukuran dirummahku.Betapa bahagianya hati ini,ditambah dengan keputusan ibu
untuk tinggal bersamaku disini,Ya Allah ini benar-benar hadiah terindah yang
aku dapat dari keluargaku,dan ini adalah pengalaman yang sangat mengharukan
tetapi banyak memberikan arti tersendiri.Sejak hari itu sampai saat ini aku
selalu merasa bahagia,dan aku janji tidak akan mengulangi kesalahanku lagi:)

0 komentar:
Posting Komentar